Fotokopi atau Photokopi, Mana yang Benar Menurut KBBI?

Fotokopi atau Photokopi Mana yang Benar
Fotokopi atau Photokopi, Mana yang Benar?

KakaKiky – Coba ingat-ingat, terakhir kali kamu bikin plang usaha, nota, atau caption promosi buat jasa penggandaan dokumen, kamu nulis “fotokopi” atau “photokopi”? Kalau jawabanmu yang kedua, kamu enggak sendirian — ribuan warung fotokopi di pinggir jalan Indonesia juga masih salah tulis papan namanya. Jawaban cepatnya: fotokopi adalah bentuk baku sesuai KBBI, sementara photokopi, foto copy, maupun fotocopy semuanya tidak baku. Tapi soal kenapa ejaan ini bisa berubah drastis dari bahasa aslinya, dan di mana saja kesalahan ini paling sering nongol, itu yang bakal kita bahas tuntas.

Fotokopi atau Photokopi, Ini Jawaban Singkatnya

Kata “fotokopi” sudah masuk KBBI sebagai kata baku dengan makna proses atau hasil penggandaan dokumen menggunakan mesin fotokopi (mesin fotostat). Bentuk ini ditulis sebagai satu kata, bukan dua kata terpisah seperti “foto kopi”, dan huruf “ph” di awal kata sudah berubah total jadi “f”.

Jadi kalau di plang usahamu tertulis “PHOTOKOPI & JILID” atau “FOTO COPY MURAH”, itu dua-duanya keliru menurut kaidah bahasa Indonesia. Bentuk yang benar dan baku hanya satu: FOTOKOPI.

Kenapa Fotokopi Jadi Bentuk Baku, Bukan Photokopi

Kata ini serapan dari bahasa Inggris “photocopy”

“Fotokopi” diserap dari bahasa Inggris “photocopy”, gabungan dari “photo” (foto/cahaya) dan “copy” (salinan). Dalam proses penyerapan ke bahasa Indonesia, kata ini enggak dipertahankan ejaan aslinya, melainkan disesuaikan secara menyeluruh, baik ejaan maupun pelafalannya.

Aturan huruf “ph” berubah jadi “f”

Ini kunci utamanya: dalam sistem ejaan bahasa Indonesia, gugus huruf “ph” yang dalam bahasa Inggris dan Latin dilafalkan sebagai bunyi /f/, disederhanakan langsung menjadi huruf “f”. Pola ini konsisten dan bukan kasus tunggal milik “fotokopi” saja. Coba perhatikan daftar berikut, dan kamu akan langsung ngeh polanya:

Bahasa InggrisBentuk Baku IndonesiaBentuk Tidak Baku (Sering Dipakai)
photocopyfotokopiphotokopi, foto copy, fotocopy
photofotophoto
phasefasephase
phenomenonfenomenaphenomenon
philosophyfilsafatphilosofi
pharmacyfarmasipharmacy
physicsfisikaphysics
telephonetelepontelephone

Perhatikan pola “ph” jadi “f” ini konsisten di hampir semua kata serapan sejenis. Kalau kamu content writer, admin toko online, atau pemilik usaha, pola ini bisa jadi “cheat sheet” pribadi supaya enggak perlu buka kamus tiap kali ketemu kata berawalan atau mengandung “ph” dari bahasa Inggris.

Contoh Pemakaian Fotokopi yang Benar dalam Kalimat Sehari-hari

Biar makin nempel di kepala, ini kumpulan contoh kalimat dengan konteks yang beragam — dari urusan administrasi, bisnis kecil, sampai obrolan santai di kampus atau kantor.

Dalam konteks dokumen dan administrasi

  • Tolong siapkan fotokopi KTP dan KK rangkap tiga untuk pengajuan KUR di bank.
  • Berkas lamaran kerja wajib dilengkapi fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir.
  • Panitia PPDB meminta fotokopi akta kelahiran sebagai syarat pendaftaran.
  • Jangan lupa bawa fotokopi kartu keluarga waktu ngurus surat pindah di kelurahan.
  • Dokumen asli tidak boleh dibawa pulang, hanya fotokopinya yang diberikan ke peserta.

Dalam konteks usaha atau warung fotokopi

  • Usaha fotokopi di dekat kampus itu ramai terus tiap awal semester karena mahasiswa banyak yang cetak diktat.
  • Harga fotokopi hitam putih biasanya lebih murah dibanding fotokopi berwarna.
  • Dia merintis usaha fotokopi dan jilid skripsi sejak masih jadi mahasiswa tingkat akhir.
  • Mesin fotokopi di kantor kami sering macet kalau dipakai mencetak dokumen bolak-balik.
  • Toko ATK itu juga menyediakan jasa fotokopi, print, dan scan dalam satu tempat.

Dalam percakapan sehari-hari

  • “Eh, tolong fotokopiin KTP aku dong, buat daftar vaksin.”
  • Dosen minta mahasiswa fotokopi materi kuliah minggu ini sebelum masuk kelas.
  • “Fotokopinya di mana ya yang paling dekat dari sini?”

Perhatikan juga, kata “fotokopi” bisa berfungsi sebagai kata benda (hasil salinan) sekaligus kata kerja informal (proses menggandakan), seperti pada kalimat “tolong fotokopiin dokumen ini”. Fleksibilitas ini yang bikin kata tersebut sangat produktif dipakai dalam percakapan sehari-hari orang Indonesia, jauh lebih sering dibanding kata serapan sejenis lainnya.

Kapan Orang Sering Keliru Menulis Photokopi atau Foto Copy

Pengaruh visual dari ejaan bahasa Inggris asli

Ini insight menarik yang jarang dibahas tuntas: kesalahan “photokopi” biasanya muncul bukan karena orang lupa aturan bahasa Indonesia, tapi karena secara visual kata “photo” dan “copy” sudah terlalu familiar di mata orang Indonesia lewat produk digital, aplikasi kamera HP, sampai brand internasional. Begitu dua kata itu digabung jadi satu untuk menyebut jasa penggandaan dokumen, otak secara otomatis “meminjam” ejaan aslinya, padahal bahasa Indonesia sudah punya bentuk baku sendiri sejak lama.

Selain itu, ada juga faktor kebiasaan turun-temurun di kalangan pemilik usaha kecil. Banyak plang fotokopi generasi lama yang sudah terlanjur ditulis “FOTO COPY” sejak puluhan tahun lalu, lalu diikuti terus oleh usaha-usaha baru di sekitarnya tanpa dicek ulang ke KBBI.

Contoh kalimat yang sering salah dan perbaikannya

Kalimat SalahKalimat Benar
Tolong photokopi surat ini dua rangkap.Tolong fotokopi surat ini dua rangkap.
Usaha foto copy itu buka 24 jam.Usaha fotokopi itu buka 24 jam.
Aku belum sempat fotocopy berkas lamaran.Aku belum sempat fotokopi berkas lamaran.
Mesin photo copy di kantor rusak lagi.Mesin fotokopi di kantor rusak lagi.
Dia jualan jasa foto kopi dekat kampus.Dia jualan jasa fotokopi dekat kampus.

Pola Serapan “Ph” Jadi “F” yang Bisa Kamu Pakai untuk Kata Lain

Salah satu keuntungan memahami pola serapan bahasa Indonesia adalah kamu jadi bisa “menebak” ejaan baku kata-kata lain tanpa harus cek kamus setiap saat. Berdasarkan pengalaman menyunting berbagai naskah dan konten digital, berikut beberapa kaidah tambahan yang sering berkaitan dengan kata “fotokopi” dan sejenisnya:

  1. Gugus huruf “ph” hampir selalu berubah jadi “f” dalam kata serapan bahasa Indonesia, kecuali untuk nama diri atau merek dagang yang memang sengaja mempertahankan ejaan asli.
  2. Kata majemuk dari bahasa Inggris yang diserap utuh (seperti photocopy) biasanya digabung jadi satu kata dalam bahasa Indonesia, bukan dipisah seperti “foto kopi”.
  3. Akhiran “-y” pada kata serapan sering berubah jadi “-i”, seperti “copy” menjadi “kopi” (khusus dalam konteks fotokopi, bukan minuman kopi).
  4. Kalau ragu dengan ejaan kata serapan tertentu, cara paling aman tetap mengeceknya langsung, misalnya lewat kamus bahasa baku yang sudah merangkum banyak kata serapan sejenis dalam satu halaman.

Tips Praktis Supaya Enggak Salah Lagi

Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa langsung kamu terapkan:

  1. Kalau kamu punya usaha fotokopi, cek ulang plang, nota, dan spanduk usahamu — pastikan tertulis “FOTOKOPI” satu kata, bukan “FOTO COPY” atau “PHOTOKOPI”.
  2. Biasakan membaca kata dengan suara keras saat menulis dokumen resmi. Kalau kedengaran aneh dengan ejaan Indonesia standar, cek dulu ke kamus sebelum dipublikasikan.
  3. Untuk admin toko online atau penulis konten, buat daftar kata serapan yang sering dipakai brand-mu (fotokopi, telepon, fase, fenomena) supaya konsisten di semua platform.
  4. Ajari juga tim atau karyawanmu di usaha percetakan supaya semua materi promosi, dari brosur sampai media sosial, pakai ejaan yang sama dan benar.

Kesalahan menulis “photokopi” memang kelihatan sepele di kehidupan sehari-hari, tapi buat kamu yang punya usaha jasa penggandaan dokumen, admin media sosial, atau sedang menulis surat resmi, detail kecil seperti ini bisa menentukan seberapa profesional citra usaha atau tulisanmu di mata orang lain.

Kalau artikel ini bermanfaat, jangan lupa simpan halamannya biar gampang dicek lagi kapan pun kamu ragu, dan bagikan ke teman atau rekan usahamu yang plang tokonya masih salah tulis “photo copy”. Kamu juga bisa jelajahi lebih banyak pembahasan seputar kata baku lainnya di kakakiky.id supaya tulisan dan materi promosimu makin rapi dan dipercaya pembaca.

Views: 0

M. Rizki Riswandi

Seorang digital marketer dan juga blogger dengan pengalaman menulis lebih dari 11 tahun, menyukai dunia marketing dan teknologi.