Fotosintesis atau Fotosintesa, Mana yang Benar Menurut KBBI?

Fotosintesis atau Fotosintesa
Fotosintesis atau Fotosintesa

KakaKiky – Kalau kamu lagi bikin ringkasan pelajaran IPA anak, ngerjain tugas kuliah botani, atau sekadar mau nulis caption tentang tanaman hias kesayangan, coba cek lagi ejaan kata yang satu ini. Banyak orang Indonesia — termasuk yang sudah dewasa dan terbiasa menulis — masih ragu antara fotosintesis dan fotosintesa. Jawaban cepatnya: fotosintesis adalah bentuk baku menurut KBBI, sedangkan fotosintesa tidak tercatat dan dianggap tidak baku. Tapi soal kenapa bentuknya harus “-sis” bukan “-sa”, dan di mana saja kesalahan ini sering nongol, ada cerita menarik di baliknya.

Fotosintesis atau Fotosintesa, Ini Jawaban Singkatnya

KBBI daring hanya mencantumkan entri “fotosintesis”, didefinisikan sebagai proses pembentukan zat gula atau karbohidrat pada tumbuhan berhijau daun dengan bantuan sinar matahari. Kata “fotosintesa” sama sekali tidak muncul sebagai entri resmi, meski faktanya kata ini masih sering dipakai di buku pelajaran lawas, artikel blog, bahkan soal ujian sekolah yang dibuat guru secara mandiri.

Jadi kalau kamu nulis “tumbuhan melakukan fotosintesa untuk menghasilkan makanan”, itu keliru. Yang benar: “tumbuhan melakukan fotosintesis untuk menghasilkan makanan.” Kelihatannya remeh, tapi buat kamu yang sedang menyusun materi ajar, artikel sains populer, atau bahkan skripsi jurusan biologi, kesalahan kecil ini bisa mengurangi kredibilitas tulisanmu di mata pembaca yang teliti.

Kenapa Fotosintesis yang Baku, Bukan Fotosintesa

Asal kata dari bahasa Yunani dan Inggris

Kata “fotosintesis” berasal dari gabungan dua unsur Yunani: “photo” yang berarti cahaya, dan “synthesis” yang berarti penggabungan atau penyusunan. Dalam bahasa Inggris kata ini ditulis “photosynthesis”, lalu diserap ke bahasa Indonesia dengan penyesuaian ejaan menjadi “fotosintesis” — huruf “ph” berubah jadi “f”, dan “y” pada suku kedua berubah jadi “i”.

Yang penting untuk dicatat, akhiran “-sis” pada kata aslinya tidak berubah jadi “-sa” saat diserap ke bahasa Indonesia. Ini konsisten dengan banyak kata serapan lain yang punya akhiran sama dalam bahasa Inggris atau Yunani.

Pola akhiran “-sis” yang konsisten di banyak kata serapan

Ini insight yang jarang dijelaskan tuntas di artikel lain: kesalahan “fotosintesa” kemungkinan besar muncul karena pengaruh kata-kata serapan Belanda lama yang memang sering berakhiran “-se” atau “-sa”, seperti pada masa kolonial dulu banyak istilah ilmiah diserap dari bahasa Belanda, bukan Inggris. Nah, waktu jalur serapan bahasa Indonesia modern beralih ke bahasa Inggris sebagai rujukan utama, banyak kata mengalami “standardisasi ulang” — dan fotosintesis termasuk salah satu yang polanya berubah jadi konsisten dengan akhiran “-sis”.

Coba lihat kata-kata sejenis ini, semuanya patuh pada pola yang sama:

Bahasa InggrisBentuk Baku IndonesiaBentuk Tidak Baku (Masih Sering Dipakai)
photosynthesisfotosintesisfotosintesa
hypothesishipotesishipotesa
analysisanalisisanalisa
synthesissintesissintesa
diagnosisdiagnosisdiagnosa
thesistesistesa (jarang, tapi tetap salah)

Perhatikan polanya: semua kata ini konsisten berakhiran “-sis” dalam bentuk baku, meskipun di percakapan sehari-hari orang Indonesia — termasuk di dunia kerja, kampus, bahkan berita — sering banget kepeleset menulis “analisa” atau “diagnosa”. Jadi kalau kamu hafal pola fotosintesis, otomatis kamu juga tahu cara menulis lima kata di atas dengan benar.

Contoh Pemakaian “Fotosintesis” dalam Kalimat Sehari-hari

Biar makin nempel di ingatan, ini beberapa contoh kalimat dengan konteks yang berbeda-beda, mulai dari pelajaran sekolah sampai obrolan santai soal tanaman.

Dalam konteks pelajaran IPA dan biologi sekolah

  • Fotosintesis terjadi di dalam kloroplas yang mengandung klorofil.
  • Guru IPA kelas 5 SD menjelaskan proses fotosintesis pakai gambar daun dan sinar matahari.
  • Reaksi fotosintesis menghasilkan oksigen sebagai produk sampingan yang kita hirup setiap hari.
  • Soal ujian semester menanyakan tahapan fotosintesis mulai dari reaksi terang sampai reaksi gelap.
  • Buku paket biologi SMA menjelaskan fotosintesis terbagi menjadi dua tahap utama.

Dalam konteks pertanian dan tanaman hias

  • Petani cabai di Brebes paham betul bahwa intensitas cahaya matahari memengaruhi laju fotosintesis tanamannya.
  • Daun monstera yang kekurangan cahaya biasanya mengalami fotosintesis yang lambat, makanya warnanya pucat.
  • Rumah kaca dirancang supaya tanaman di dalamnya tetap bisa berfotosintesis optimal meski cuaca mendung.
  • Komunitas pecinta tanaman hias di Jakarta sering diskusi soal cara memaksimalkan fotosintesis lewat pengaturan cahaya lampu grow light.

Dalam konteks sains populer dan lingkungan

  • Deforestasi di Kalimantan mengurangi luas area fotosintesis alami yang menyerap karbon dioksida.
  • Ilmuwan sedang meneliti fotosintesis buatan sebagai solusi energi terbarukan masa depan.
  • Alga laut menyumbang lebih banyak oksigen dunia lewat fotosintesis dibanding hutan hujan tropis, fakta yang sering bikin orang kaget.

Kapan Orang Sering Keliru Menulis “Fotosintesa”

Pengaruh kebiasaan lama dan buku pelajaran usang

Salah satu alasan kata “fotosintesa” masih bertahan sampai sekarang adalah karena banyak buku ajar generasi 90-an dan awal 2000-an memang menggunakan ejaan itu, sebelum standardisasi KBBI edisi-edisi berikutnya makin ketat diterapkan di dunia pendidikan. Guru-guru yang belajar dari buku lama itu kadang meneruskan kebiasaan menulis “fotosintesa” ke murid-muridnya, tanpa sadar bahwa ejaan itu sudah tidak sesuai standar terkini.

Selain itu, kemiripan bunyi antara “fotosintesa” dan kata serapan lain yang memang berakhiran “-sa” (seperti “analisa” versi lama, atau kata “masa”, “bahasa”) membuat lidah dan tangan orang Indonesia otomatis “terbiasa” dengan akhiran itu, meski secara aturan sudah tidak tepat lagi.

Contoh kalimat yang sering salah dan perbaikannya

Kalimat SalahKalimat Benar
Tumbuhan hijau melakukan fotosintesa di siang hari.Tumbuhan hijau melakukan fotosintesis di siang hari.
Proses fotosintesa menghasilkan glukosa dan oksigen.Proses fotosintesis menghasilkan glukosa dan oksigen.
Cahaya matahari penting untuk fotosintesa tanaman.Cahaya matahari penting untuk fotosintesis tanaman.
Fotosintesa terganggu kalau daun tertutup debu.Fotosintesis terganggu kalau daun tertutup debu.
Alga menyumbang oksigen lewat fotosintesa di lautan.Alga menyumbang oksigen lewat fotosintesis di lautan.

Kata Sejenis yang Sering Salah Ketik dengan Pola yang Sama

Kalau kamu penulis konten, guru, atau mahasiswa yang sering berurusan dengan istilah ilmiah, ada baiknya kamu hafal daftar kata-kata berpola “-sis” ini sekaligus, supaya enggak perlu cek satu-satu tiap kali menulis:

  1. Fotosintesis (bukan fotosintesa)
  2. Analisis (bukan analisa)
  3. Hipotesis (bukan hipotesa)
  4. Sintesis (bukan sintesa)
  5. Diagnosis (bukan diagnosa)
  6. Prognosis (bukan prognosa)
  7. Metamorfosis (bukan metamorfosa)
  8. Simbiosis (bukan simbiosa)

Delapan kata di atas semuanya konsisten pada aturan yang sama, dan kalau kamu ragu dengan kata serapan lain yang belum masuk daftar ini, cara paling aman adalah langsung cek ke kamus bahasa baku supaya enggak salah kaprah dan makin percaya diri saat menulis istilah ilmiah.

Tips Praktis Supaya Enggak Salah Lagi

Beberapa langkah kecil yang bisa langsung kamu terapkan mulai hari ini:

  1. Ingat pola sederhana: kata serapan bahasa Inggris berakhiran “-sis” hampir selalu tetap “-sis” dalam bahasa Indonesia, bukan berubah jadi “-sa”.
  2. Kalau kamu guru atau dosen, update materi ajar lama yang mungkin masih pakai ejaan “fotosintesa”, “analisa”, atau “diagnosa”.
  3. Manfaatkan fitur pengecekan ejaan otomatis di Google Docs atau Microsoft Word, tapi tetap validasi ulang ke sumber tepercaya seperti KBBI daring.
  4. Buat catatan pribadi berisi kata-kata serapan ilmiah yang sering kamu pakai di bidang kerjamu, biar enggak perlu cek berulang-ulang.

Kesalahan menulis “fotosintesa” alih-alih “fotosintesis” memang kelihatan sepele, tapi buat kamu yang berkecimpung di dunia pendidikan, penulisan konten sains, atau riset akademik, konsistensi ejaan baku ini menunjukkan seberapa teliti dan kredibel tulisanmu di mata pembaca.

Kalau artikel ini bikin kamu lebih paham bedanya fotosintesis dan fotosintesa, jangan lupa simpan halaman ini buat referensi cepat lain waktu, dan bagikan ke teman atau rekan kerja yang masih suka salah tulis. Jelajahi juga pembahasan kata baku lainnya di kakakiky.id supaya tulisanmu makin rapi dan dipercaya pembaca.

Views: 0

M. Rizki Riswandi

Seorang digital marketer dan juga blogger dengan pengalaman menulis lebih dari 11 tahun, menyukai dunia marketing dan teknologi.