Baterai atau Baterei, Mana yang Benar Menurut KBBI?

Baterai atau Baterei, Mana yang Benar Menurut KBBI
Baterai atau Baterei, Mana yang Benar Menurut KBBI?

Coba cek nota belanja online-mu yang terakhir beli powerbank atau baterai AA buat remote TV. Ada kemungkinan besar toko itu menulis “baterei” di deskripsi produknya. Sayangnya, itu salah. Jawaban singkatnya: baterai adalah bentuk baku yang tercatat di KBBI, sedangkan baterei adalah ejaan yang keliru meski masih sering dipakai, bahkan di kemasan produk elektronik sekalipun. Tapi kenapa kesalahan ini bisa segigih itu bertahan? Yuk, kita bedah sampai akar-akarnya.

Baterai atau Baterei, Ini Jawaban Cepatnya

KBBI hanya mengakui satu bentuk: baterai. Kata ini berarti alat yang bisa menyimpan dan menghasilkan tenaga listrik lewat proses kimia, biasa dipakai untuk menyalakan perangkat elektronik seperti senter, remote, jam dinding, sampai mainan anak. Bentuk “baterei” tidak pernah muncul sebagai varian resmi di kamus mana pun, jadi kalau kamu menemukannya di produk atau tulisan, itu murni kesalahan ketik yang keburu jadi kebiasaan.

Menariknya, kesalahan ini justru jarang ditemui pada kata-kata serapan lain yang mirip. Ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan soal aturan bahasa yang rumit, tapi soal kebiasaan visual: banyak orang Indonesia terbiasa melihat tulisan “batterij” pada kemasan produk elektronik lama buatan Eropa, lalu keliru menerka ejaan Indonesianya jadi “baterei” alih-alih “baterai”.

Kenapa Baterai yang Jadi Bentuk Baku, Bukan Baterei

Asal kata dari bahasa Belanda, bukan langsung dari Inggris

Banyak orang mengira “baterai” diserap dari bahasa Inggris “battery”. Padahal, jejak sejarahnya lebih dekat ke bahasa Belanda “batterij”, mengingat pengaruh kolonial Belanda yang kuat dalam istilah-istilah teknik dan militer di Indonesia. Kata “batterij” sendiri awalnya merujuk pada kumpulan meriam dalam formasi militer, sebelum akhirnya makna itu meluas ke alat penyimpan energi listrik seiring perkembangan teknologi di abad ke-19 dan ke-20.

Pola perubahan ejaan “-ij” menjadi “-ai”

Saat kata berbahasa Belanda yang berakhiran “-ij” diserap ke bahasa Indonesia, akhiran itu umumnya berubah menjadi “-ai”. Ini bukan aturan yang dibuat sembarangan, tapi hasil penyesuaian fonologis supaya pengucapannya konsisten dengan sistem bunyi bahasa Indonesia. Perhatikan pola berikut:

Bahasa BelandaBentuk Baku Indonesia
batterijbaterai
brigade (Belanda: brigade, ejaan mirip)brigade
kwaliteitkualitas
administratieadministrasi
tramway/tremtrem

Meski tidak semua kata serapan Belanda mengikuti pola yang sama persis, khusus untuk akhiran “-ij” yang dibaca seperti bunyi “ai” dalam bahasa Indonesia, pergeseran ke ejaan “-ai” ini konsisten dipakai supaya cara bacanya tetap wajar bagi lidah orang Indonesia.

Contoh Pemakaian Baterai yang Benar dalam Kalimat Sehari-hari

Supaya makin lekat di ingatanmu, ini kumpulan contoh pemakaian kata “baterai” dalam berbagai konteks yang biasa kamu temui sehari-hari.

Dalam konteks perangkat elektronik rumah tangga

  • Baterai remote AC di rumahku sudah lemah, gambarnya jadi telat merespons.
  • Jangan lupa beli baterai AA buat senter darurat kalau listrik padam.
  • Baterai jam dinding di ruang tamu perlu diganti setiap enam bulan sekali.
  • Mainan robot adikku butuh tiga buah baterai AAA supaya bisa jalan.
  • Timbangan dapur digital ini pakai baterai koin yang tipis banget.

Dalam konteks gadget dan perangkat digital

  • Baterai HP-ku boros banget kalau dipakai main game seharian.
  • Powerbank ini punya kapasitas baterai 20.000 mAh, cukup buat isi ulang HP tiga kali.
  • Laptop kerja kantor sudah mulai menurun performa baterainya setelah dipakai tiga tahun.
  • Earphone TWS ini baterainya cuma tahan lima jam sekali cas penuh.
  • Kamera mirrorless butuh baterai cadangan kalau dipakai motret seharian di lapangan.

Dalam konteks kendaraan bermotor

  • Baterai motor listrik bisa ditukar di SPBKLU terdekat, jadi enggak perlu nunggu lama buat cas.
  • Mobil listrik itu pakai baterai lithium-ion yang bisa menempuh jarak sampai 400 kilometer sekali cas.
  • Bengkel langgananku menyarankan ganti baterai mobil setiap dua sampai tiga tahun sekali.

Nah, ini insight yang jarang dibahas di artikel lain: dalam konteks kendaraan bermotor konvensional (mobil dan motor berbahan bakar), orang Indonesia justru lebih sering pakai istilah aki, bukan baterai, meskipun secara teknis aki memang termasuk jenis baterai (accumulator). Jadi kalau kamu bilang “aki motor soak”, itu sudah tepat dan wajar dipakai, sementara istilah “baterai” lebih umum dipakai untuk kendaraan listrik, gadget, dan perangkat elektronik kecil. Perbedaan pemakaian istilah ini murni soal kebiasaan bahasa sehari-hari, bukan soal benar-salah ejaan.

Kapan Orang Sering Keliru Menulis Baterei

Pengaruh visual dari kemasan produk lama dan bahasa daerah

Kesalahan “baterei” sering muncul karena dua sebab utama. Pertama, generasi yang tumbuh dengan produk elektronik impor lama masih terbiasa melihat ejaan asli “batterij” di kemasan, lalu menyederhanakannya secara keliru jadi “baterei” alih-alih mengikuti bentuk baku “baterai”. Kedua, dalam beberapa dialek bahasa daerah di Indonesia, bunyi “ai” di akhir kata memang sering dilafalkan mendekati “ei”, sehingga saat dituliskan pun ikut bergeser.

Contoh kalimat yang sering salah dan perbaikannya

Kalimat SalahKalimat Benar
Baterei HP-ku cepat habis.Baterai HP-ku cepat habis.
Tolong beliin baterei AA di warung.Tolong beliin baterai AA di warung.
Powerbank ini baterei-nya awet.Powerbank ini baterai-nya awet.
Baterei mobil listrik itu tahan lama.Baterai mobil listrik itu tahan lama.
Jam tanganku butuh baterei baru.Jam tanganku butuh baterai baru.

Beda dengan Kata Serapan Lain yang Sering Disalahtuliskan Serupa

Kesalahan pola “-ei” ini bukan cuma terjadi pada kata “baterai”. Berdasarkan pengamatan aku menyunting berbagai naskah dan konten media sosial brand elektronik, ada beberapa kata lain yang sering kena “salah tulis” dengan pola serupa:

  • baterai, bukan “baterei”
  • survei, justru sebaliknya — ini yang benar memang berakhiran “-ei”, bukan “survai” (banyak yang malah salah kaprah ke arah yang berlawanan)
  • geser, bukan “gesei” (meski jarang salah, tapi masih ada yang terpengaruh pola bunyi lokal)
  • motivasi, bukan “motivei” (jarang terjadi, tapi menunjukkan betapa fleksibelnya lidah orang Indonesia menerka-nerka ejaan serapan)

Poin pentingnya: bahasa Indonesia tidak punya aturan tunggal yang berlaku ke semua kata berbunyi mirip “ai” atau “ei”. Setiap kata punya jejak sejarah serapannya masing-masing, jadi cara paling aman adalah selalu mengecek langsung ke sumber tepercaya seperti kamus bahasa baku daripada menebak berdasarkan pola yang kamu kira berlaku umum.

Tips Praktis Supaya Enggak Salah Lagi

Beberapa langkah sederhana yang bisa langsung kamu terapkan:

  1. Kalau ragu antara “ai” dan “ei” di akhir kata serapan, jangan asal tebak — cek dulu ke KBBI daring atau kamus tepercaya.
  2. Untuk konten toko online atau marketplace, buat daftar istilah produk elektronik yang sudah dipastikan ejaannya, biar seluruh tim pakai istilah yang konsisten.
  3. Perhatikan konteks pemakaian: gunakan “baterai” untuk gadget dan kendaraan listrik, dan “aki” untuk kendaraan bermotor konvensional, supaya terdengar natural di telinga pembaca Indonesia.
  4. Kalau kamu penulis konten teknologi, biasakan double-check ejaan di draf sebelum publish, karena kesalahan kecil seperti ini bisa memengaruhi kredibilitas tulisanmu di mata pembaca yang teliti.

Kalau artikel ini bikin kamu makin yakin bedanya baterai dan baterei, simpan halaman ini biar gampang dicek lagi kapan pun kamu ragu, dan share ke temanmu yang jualan gadget atau aksesoris elektronik online. Jangan lupa jelajahi juga koleksi pembahasan kata baku lainnya di kakakiky.id supaya konten dan tulisanmu makin rapi serta dipercaya pembaca.

Views: 0

M. Rizki Riswandi

Seorang digital marketer dan juga blogger dengan pengalaman menulis lebih dari 11 tahun, menyukai dunia marketing dan teknologi.