Fotomodel atau Foto-Model, Ini Penulisan yang Benar

KakaKiky – Buka aplikasi CV online atau baca bio Instagram seseorang yang berprofesi sebagai model, dan kamu bakal sering nemu tulisan “foto-model” pakai tanda hubung, atau bahkan “foto model” yang dipisah jadi dua kata. Sayangnya, dua-duanya salah. Jawaban cepatnya: fotomodel adalah bentuk baku yang benar, ditulis serangkai tanpa spasi dan tanpa tanda hubung. Tapi kenapa kata ini harus digabung, padahal terdiri dari dua kata yang jelas-jelas berbeda makna? Nah, ini yang bakal kita bahas tuntas.
Fotomodel atau Foto-Model, Begini Aturannya
KBBI mencatat “fotomodel” sebagai satu kata baku, bukan dua kata terpisah dan bukan pula digabung pakai tanda hubung. Artinya adalah orang yang pekerjaannya berpose untuk difoto, biasanya untuk keperluan iklan, majalah, katalog produk, atau portofolio fesyen.
Jadi kalau kamu menulis “dia bercita-cita jadi foto-model sejak SMA”, itu keliru. Yang benar: “dia bercita-cita jadi fotomodel sejak SMA”. Sekilas cuma soal tanda hubung dan spasi, tapi ini termasuk kesalahan yang paling sering aku temui di CV, press release brand kecantikan, sampai caption agensi model di Jakarta dan Bandung.
Kenapa Fotomodel Harus Ditulis Serangkai
Aturan penggabungan unsur “foto” dalam bahasa Indonesia
Dalam kaidah pembentukan kata bahasa Indonesia, “foto” termasuk unsur yang cenderung menyatu dengan kata di belakangnya kalau membentuk makna baru yang sudah dianggap satu kesatuan konsep, bukan sekadar gabungan makna harfiah. Pola ini sama persis dengan beberapa kata lain yang sudah lebih dulu akrab di telinga kita:
| Gabungan Kata | Bentuk Baku (Serangkai) | Bentuk Tidak Baku |
|---|---|---|
| foto + kopi | fotokopi | foto-kopi, foto kopi |
| foto + model | fotomodel | foto-model, foto model |
| foto + genic | fotogenik | foto-genik, foto genik |
| foto + grafi | fotografi | foto-grafi, foto grafi |
| foto + sintesis | fotosintesis | foto-sintesis, foto sintesis |
Perhatikan polanya: begitu “foto” digabung dengan kata lain untuk membentuk satu konsep atau istilah tunggal (bukan sekadar “foto milik model” atau “foto tentang model”), penulisannya selalu serangkai. Ini bukan aturan yang dibuat sembarangan, tapi mengikuti kaidah pembentukan kata majemuk yang sudah mapan, di mana unsur terikat seperti “foto-“, “bio-“, “poli-“, dan “swa-” memang wajib digabung dengan kata yang mengikutinya.
Bedanya dengan frasa “foto model” yang memang harus dipisah
Ini bagian yang sering bikin bingung, dan jarang dijelaskan tuntas di artikel lain. “Fotomodel” (serangkai) berbeda makna dengan “foto model” (dua kata terpisah). Coba perhatikan:
- Fotomodel = profesi seseorang. Contoh: “Kakaknya bekerja sebagai fotomodel untuk brand kosmetik lokal.”
- Foto model = gambar yang menampilkan seorang model. Contoh: “Aku lagi cari foto model buat referensi desain baju.”
Jadi kalau kamu bermaksud membicarakan profesi, gunakan “fotomodel” serangkai. Tapi kalau yang kamu maksud adalah gambar/foto yang menampilkan sosok model (bukan profesinya), maka “foto model” dua kata itu justru benar secara gramatikal, karena “foto” di situ berfungsi sebagai kata benda utama, dan “model” sebagai penjelas jenis fotonya — sama seperti “foto keluarga” atau “foto produk”.
Contoh Pemakaian “Fotomodel” yang Benar dalam Berbagai Konteks
Biar makin nempel, ini beberapa contoh kalimat dengan konteks berbeda-beda, mulai dari dunia kerja sampai obrolan santai sehari-hari.
Dalam konteks profesi dan dunia kerja
- Sebelum jadi aktris terkenal, dia memulai kariernya sebagai fotomodel di majalah remaja era 2000-an.
- Agensi itu sedang membuka lowongan fotomodel untuk kampanye produk skincare lokal.
- Jadi fotomodel enggak semudah kelihatannya — butuh latihan ekspresi dan pemahaman pencahayaan yang enggak instan.
- Banyak fotomodel pemula di Indonesia memulai karier lewat kontes kecantikan daerah sebelum naik ke level nasional.
- Honor fotomodel lepas biasanya dihitung per sesi pemotretan, bukan per jam.
Dalam konteks percakapan santai atau media sosial
- “Gilaa, foto kamu bagus banget, kayak fotomodel profesional!”
- Dia sering di-endorse brand fesyen karena wajahnya cocok jadi fotomodel katalog online shop.
- Temanku kuliah jurusan komunikasi tapi sampingannya kerja jadi fotomodel iklan produk kecantikan.
Dalam konteks industri kreatif dan periklanan
- Tim kreatif agensi sedang casting fotomodel untuk kampanye billboard sepanjang jalan protokol Jakarta.
- Biro iklan itu punya database ratusan fotomodel dari berbagai kota untuk kebutuhan produksi konten.
- Fotomodel yang dipilih harus punya karakter wajah yang sesuai dengan citra brand fashion tersebut.
Kesalahan yang Paling Sering Muncul dan Cara Membetulkannya
Kenapa orang cenderung memberi tanda hubung
Ini insight menarik yang jarang dibahas tuntas: kebiasaan menulis “foto-model” (pakai tanda hubung) biasanya muncul karena penulis merasa dua kata itu “terlalu asing” kalau digabung langsung tanpa jeda visual apa pun. Secara psikologis, tanda hubung sering dipakai orang sebagai “jembatan aman” supaya kata terasa lebih mudah dibaca, padahal justru menyalahi kaidah. Fenomena serupa juga terjadi pada kata seperti “non-formal” (harusnya nonformal) atau “pra-sekolah” (harusnya prasekolah) — pola kesalahannya identik.
Tabel kalimat salah dan perbaikannya
| Kalimat Salah | Kalimat Benar |
|---|---|
| Dia bekerja sebagai foto-model di agensi ternama. | Dia bekerja sebagai fotomodel di agensi ternama. |
| Casting foto model dibuka mulai minggu depan. (maksud: profesi) | Casting fotomodel dibuka mulai minggu depan. |
| Profesi foto-model butuh stamina dan kepercayaan diri. | Profesi fotomodel butuh stamina dan kepercayaan diri. |
| Dia ingin jadi foto model terkenal seperti idolanya. | Dia ingin jadi fotomodel terkenal seperti idolanya. |
| Sertifikat pelatihan foto-model itu diakui agensi besar. | Sertifikat pelatihan fotomodel itu diakui agensi besar. |
Fotomodel dalam Konteks Industri Kreatif Indonesia
Industri model di Indonesia sebenarnya sudah berkembang jauh lebih terstruktur dibanding satu dekade lalu. Kalau dulu istilah “fotomodel” identik dengan majalah remaja cetak seperti Gadis atau Kawanku, sekarang profesi ini bergeser besar-besaran ke ranah digital — mulai dari konten UMKM fesyen di TikTok Shop, katalog Shopee dan Tokopedia, sampai campaign brand lokal yang butuh wajah segar tiap bulan.
Pergeseran ini juga memengaruhi bagaimana kata “fotomodel” dipakai dalam tulisan formal. Banyak platform freelance dan agensi digital sekarang mencantumkan “fotomodel” sebagai kategori pekerjaan resmi di form pendaftaran mereka, dan penulisan yang salah (dengan tanda hubung atau dipisah) justru bisa memengaruhi hasil pencarian internal platform tersebut, karena sistem cenderung mengenali ejaan baku sebagai kata kunci utama.
Kalau kamu penulis konten, HRD yang bikin lowongan kerja, atau admin agensi model, konsistensi ejaan seperti ini bukan cuma soal “biar terlihat pintar bahasa Indonesia”, tapi juga soal profesionalisme dan keterbacaan dokumen di mata klien maupun calon talent.
Cara Mudah Mengecek Kata Serapan atau Gabungan Lain
Kalau kamu sering ragu dengan kata gabungan berunsur “foto”, “bio”, “swa”, atau unsur terikat lainnya, ada beberapa langkah praktis yang bisa kamu lakukan:
- Cek dulu apakah kata itu membentuk satu konsep tunggal (fotomodel, fotokopi) atau memang dua kata terpisah dengan makna masing-masing (foto keluarga, foto produk).
- Jangan mengandalkan “feeling” atau kebiasaan menulis di media sosial, karena banyak akun besar pun sering salah.
- Simpan referensi cepat di HP atau bookmark, supaya kamu bisa cek kapan saja tanpa perlu buka buku fisik.
- Kalau kamu ragu dengan kata serapan atau gabungan lain yang mirip-mirip, langsung saja cek ke kamus bahasa baku biar enggak salah lagi dan tulisanmu makin dipercaya pembaca.
Kesalahan menulis “fotomodel” jadi “foto-model” memang kelihatan sepele, tapi buat kamu yang berkecimpung di dunia kreatif, HRD, jurnalistik, atau sekadar suka menulis rapi, detail kecil seperti ini justru sering jadi penanda seberapa teliti kamu dalam bekerja.
Kalau artikel ini membantu kamu membedakan fotomodel dan foto-model, jangan lupa simpan halaman ini biar gampang dicek lagi kapan pun kamu butuh, dan bagikan ke rekan kerja atau teman satu tim kreatifmu yang masih suka typo di CV atau caption. Kamu juga bisa jelajahi lebih banyak pembahasan kata baku lainnya di kakakiky.id supaya tulisanmu makin rapi dan profesional.
Views: 0



