Formal atau Formil, Mana yang Benar Menurut KBBI?

tamu acara formal
Mana kata yang benar formal atau formil

KakaKiky – Coba cek undangan pernikahan, surat lamaran kerja, atau grup WhatsApp kantor yang baru kamu ikuti. Ada kemungkinan besar kamu, atau bahkan HRD-nya sendiri, menulis “acara ini bersifat formil” padahal yang benar adalah “formal”. Kesalahan ini bukan cuma soal typo biasa, tapi soal kebiasaan lisan yang terbawa ke tulisan. Jawaban cepatnya: formal adalah bentuk baku, sedangkan formil adalah bentuk tidak baku yang lahir dari cara orang Indonesia melafalkan kata ini sehari-hari. Yuk, bahas tuntas kenapa bisa begitu.

Formal atau Formil, Ini Penjelasan Singkatnya

KBBI hanya mengakui formal, dengan arti sesuai aturan yang resmi atau menurut adat kebiasaan yang berlaku, atau resmi secara sah menurut undang-undang. Kata “formil” sama sekali tidak tercatat sebagai entri baku dalam kamus resmi bahasa Indonesia.

Uniknya, “formil” ini bukan sekadar salah ketik acak. Ini pola kesalahan yang cukup konsisten terjadi pada banyak kata serapan bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Belanda atau Inggris berakhiran “-al”. Lidah orang Indonesia cenderung “membelokkan” bunyi akhir “-al” menjadi “-il” karena terasa lebih pas diucapkan, mirip kebiasaan pada kata “asli” yang kadang dilafalkan “asli” tapi ditulis salah jadi bentuk lain. Kebiasaan lisan inilah yang lama-lama terbawa ke ranah tulisan formal, ironisnya.

Kenapa Formal yang Jadi Bentuk Baku, Bukan Formil

Jejak asal kata dari bahasa Belanda dan Inggris

Kata “formal” diserap dari bahasa Belanda “formeel” dan bahasa Inggris “formal”, yang keduanya berakar dari bahasa Latin “formalis”. Saat diserap ke bahasa Indonesia, ejaannya disesuaikan dengan sistem ortografi Indonesia, tapi akhiran “-al” tetap dipertahankan karena memang sudah sesuai kaidah penyerapan bahasa Indonesia untuk kata sifat berakhiran demikian.

Coba bandingkan dengan pola kata serapan berakhiran “-al” lainnya yang sering dipakai sehari-hari:

Bentuk BakuBentuk Tidak Baku (Sering Dipakai)Asal Kata
formalformilformal (Inggris) / formeel (Belanda)
normalnormilnormal (Inggris/Belanda)
optimaloptimiloptimal (Inggris/Belanda)
moralmorilmoraal (Belanda)
horizontalhorizontilhorizontal (Inggris)
nasionalnasionilnationaal (Belanda)

Menariknya, dari semua contoh itu ada satu pengecualian yang justru sering bikin bingung: kata “moril” sebenarnya memang tercatat di KBBI sebagai bentuk baku tersendiri dengan makna berbeda dari “moral” (moril berkaitan dengan semangat atau mental, sedangkan moral berkaitan dengan akhlak). Jadi enggak semua akhiran “-il” otomatis salah — ini yang bikin banyak orang makin bingung membedakan mana yang benar-benar tidak baku dan mana yang punya makna sendiri.

Aturan penyerapan akhiran “-al” dalam PUEBI

Berdasarkan kaidah pembentukan istilah bahasa Indonesia, akhiran asing “-al” dari bahasa Inggris maupun Belanda umumnya diserap apa adanya menjadi “-al” dalam bahasa Indonesia, bukan diubah menjadi “-il”. Aturan ini berlaku konsisten untuk ratusan kata serapan lain, seperti “struktural”, “kultural”, “formal”, “normal”, dan “personal”. Kalau kamu masih ragu dengan kata serapan tertentu, langsung saja cek di kamus bahasa baku supaya enggak salah tebak lagi.

Contoh Pemakaian “Formal” yang Benar dalam Berbagai Konteks

Biar kamu makin yakin, ini kumpulan contoh kalimat dengan kata “formal” dalam berbagai situasi yang biasa kamu temui sehari-hari, mulai dari dunia kerja sampai urusan administrasi negara.

Dalam konteks acara dan pakaian

  • Kamu wajib memakai pakaian formal saat menghadiri sidang skripsi di kampus.
  • Undangan pernikahan itu mencantumkan dress code formal berwarna hitam-putih.
  • Acara pelantikan pejabat daerah biasanya digelar dengan format formal dan protokoler ketat.
  • Meski kantornya startup, ada hari tertentu di mana karyawan diwajibkan berpakaian formal, biasanya pas ada kunjungan investor.

Dalam konteks surat-menyurat dan administrasi

  • Surat lamaran kerja harus ditulis dengan bahasa formal, bukan bahasa gaul sehari-hari.
  • Perjanjian kerja sama itu baru sah setelah melalui proses formal di notaris.
  • HRD meminta semua karyawan baru mengisi dokumen secara formal melalui portal internal.
  • Email ke dosen pembimbing sebaiknya tetap pakai sapaan formal, meskipun kamu sudah kenal dekat.

Dalam konteks pendidikan dan struktur sosial

  • Pendidikan formal di Indonesia terdiri atas jenjang SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.
  • Selain pendidikan formal, banyak anak Indonesia juga belajar di lembaga nonformal seperti bimbingan belajar atau pesantren kilat.
  • Struktur organisasi formal di perusahaan itu tergambar jelas dalam bagan hierarki jabatan.

Kapan “Formil” Sering Muncul dan Kenapa Itu Keliru

Pengaruh pelafalan lisan yang terbawa ke tulisan

Ini insight yang jarang dibahas tuntas: kesalahan “formil” bukan cuma soal typo, tapi soal fenomena linguistik yang disebut hiperkorreksi terbalik. Banyak orang Indonesia, terutama generasi yang tumbuh dengan pengaruh bahasa Belanda dari orang tua atau kakek-neneknya, terbiasa mendengar pelafalan mirip “formil” di percakapan sehari-hari zaman dulu. Pelafalan ini kemudian menempel dan dianggap benar, padahal ejaan resminya tidak pernah berubah dari “formal”.

Fenomena serupa juga aku temui di banyak naskah press release perusahaan, undangan resmi pemerintah daerah, bahkan di baliho kampanye politik. Semua kena “jebakan” yang sama.

Contoh kalimat salah dan perbaikannya

Kalimat SalahKalimat Benar
Acara ini bersifat formil, jadi wajib pakai batik.Acara ini bersifat formal, jadi wajib pakai batik.
Surat itu harus ditulis dengan bahasa formil.Surat itu harus ditulis dengan bahasa formal.
Kami akan mengadakan pertemuan formil minggu depan.Kami akan mengadakan pertemuan formal minggu depan.
Dia selalu tampil formil di setiap kesempatan.Dia selalu tampil formal di setiap kesempatan.
Prosesnya sudah melalui jalur formil sesuai prosedur.Prosesnya sudah melalui jalur formal sesuai prosedur.

Beda Formal dengan Kata Berpasangan “Formalitas” dan “Formalisasi”

Satu hal yang sering bikin orang tambah bingung adalah turunan kata “formal” itu sendiri. Ternyata, enggak semua turunannya otomatis benar hanya karena akar katanya baku. Ini beberapa turunan yang sering dipakai dan statusnya masing-masing:

  • Formal (kata sifat) — resmi, sesuai aturan. Baku.
  • Formalitas (kata benda) — hal yang bersifat resmi atau basa-basi administratif. Baku.
  • Formalisasi (kata benda) — proses menjadikan sesuatu resmi/formal. Baku.
  • Formalin — jangan disamakan! Ini nama zat kimia pengawet, sama sekali beda makna, meski ejaannya mirip.
  • Formil — tidak baku, hindari dalam tulisan resmi.

Kalau kamu sering bikin konten atau dokumen resmi buat instansi, kesalahan kecil kayak menyamakan “formalin” dengan turunan kata “formal” bisa jadi blunder yang cukup fatal secara makna, meskipun jarang terjadi, tapi tetap perlu diwaspadai.

Tips Praktis Supaya Tidak Salah Pakai Lagi

Beberapa langkah sederhana yang bisa langsung kamu terapkan:

  1. Setiap kali menulis kata berakhiran “-al” yang berasal dari bahasa asing, jangan buru-buru mengubahnya jadi “-il” hanya karena terdengar lebih akrab di telinga.
  2. Kalau kamu content writer, admin sosial media, atau staf HRD, buat catatan kata-kata baku yang paling sering dipakai di lingkungan kerjamu, biar konsisten di semua dokumen.
  3. Gunakan fitur pencarian cepat di browser, tapi tetap validasi dengan sumber tepercaya seperti KBBI daring sebelum publikasi.
  4. Ingat pengecualian seperti “moril” yang justru punya makna sendiri, supaya kamu enggak asal menyamaratakan semua kata berakhiran “-il” itu salah.

Kesalahan menulis “formil” alih-alih “formal” memang terlihat sepele, tapi buat kamu yang bekerja di bidang administrasi, HR, jurnalistik, atau sering menulis dokumen resmi, detail seperti ini menentukan seberapa profesional tulisanmu terlihat di mata pembaca yang jeli.

Kalau artikel ini membantumu memahami perbedaan formal dan formil, jangan lupa simpan halaman ini biar gampang dicek lagi saat kamu butuh, dan bagikan ke rekan kerja atau teman kuliahmu yang masih sering keliru menulisnya. Kamu juga bisa jelajahi lebih banyak pembahasan seputar kata baku lainnya di kakakiky.id supaya dokumen dan tulisanmu makin rapi dan bebas typo.

M. Rizki Riswandi

Seorang digital marketer dan juga blogger dengan pengalaman menulis lebih dari 11 tahun, menyukai dunia marketing dan teknologi.