Figur atau Figure, Mana yang Benar Menurut KBBI?

action figure naruto
Kata baku figur atau figure

KakaKiky – Kalau kamu lagi menulis caption Instagram tentang “figure action” koleksimu, atau bikin artikel tentang “public figure” favorit, coba tarik napas sebentar. Ada satu kata di situ yang salah tulis, dan kemungkinan besar kamu enggak sadar. Jawaban singkatnya: figur adalah bentuk baku, sedangkan figure adalah ejaan bahasa Inggris yang belum diserap secara resmi ke bahasa Indonesia. Tapi soal kenapa dan di mana saja kesalahan ini sering muncul, ceritanya enggak sesimpel itu. Yuk, bongkar satu per satu.

Figur atau Figure, Ini Jawaban Cepatnya

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) hanya mencantumkan figur, bukan figure. Kata ini punya beberapa makna sekaligus: bisa berarti bentuk atau wujud badan seseorang, bisa juga berarti tokoh atau orang yang berpengaruh, dan dalam konteks seni rupa, figur merujuk pada sosok manusia atau makhluk hidup yang digambarkan dalam sebuah karya.

Jadi kalau kamu menulis “dia adalah figure penting di industri musik”, itu keliru. Yang benar adalah “dia adalah figur penting di industri musik”. Sesederhana itu aturannya, tapi kesalahan ini tetap saja sering lolos, bahkan di tulisan media besar sekalipun.

Kenapa Figur Jadi Bentuk Baku, Bukan Figure

Asal-usul kata ini dari bahasa Inggris

Kata “figur” diserap dari bahasa Inggris “figure”, yang sebenarnya juga berasal dari bahasa Latin “figura” yang berarti bentuk atau rupa. Proses serapan ini enggak asal comot ejaan asli, melainkan disesuaikan dengan kaidah fonologis dan ortografis bahasa Indonesia. Itulah kenapa huruf “e” di akhir kata dihilangkan.

Pola ini bukan kasus tunggal. Coba perhatikan kata-kata serapan lain yang berakhiran “-ure” dalam bahasa Inggris:

Bahasa InggrisBentuk Baku IndonesiaBentuk Tidak Baku (Sering Dipakai)
figurefigurfigure
structurestrukturstructure
culturekulturculture
literatureliteraturliterature
miniatureminiaturminiature
architecturearsitekturarchitecture

Lihat polanya? Semua kata berakhiran “-ure” dalam bahasa Inggris konsisten berubah jadi “-ur” saat diserap ke bahasa Indonesia. Ini bukan kebetulan, tapi aturan penyerapan yang memang sudah dibakukan Pusat Bahasa sejak lama, dan pola serupa ini sebenarnya bisa jadi “jalan pintas” buat kamu menebak ejaan baku kata serapan lain yang belum pernah kamu cek langsung di kamus.

Aturan resmi penyerapan kata asing

Berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan panduan penyerapan istilah asing, ada beberapa prinsip utama saat kata asing masuk ke bahasa Indonesia: penyesuaian ejaan, penyesuaian lafal, atau kombinasi keduanya. Untuk kata seperti “figure”, penyesuaiannya terjadi pada ejaan akhir kata, dari “-ure” menjadi “-ur”, supaya lebih sesuai dengan sistem tulisan fonemis bahasa Indonesia yang cenderung “apa yang ditulis, itu yang dibaca”.

Kalau kamu penasaran dengan aturan serapan kata lain yang mirip-mirip, kamu bisa cek langsung di kamus bahasa baku supaya enggak perlu menghafal satu-satu.

Contoh Pemakaian “Figur” yang Benar dalam Kalimat Sehari-hari

Biar makin lengket di kepala, ini beberapa contoh pemakaian kata “figur” sesuai konteksnya masing-masing. Aku sengaja bikin banyak variasi supaya kamu bisa langsung samakan dengan situasi yang biasa kamu tulis.

Dalam konteks tokoh publik atau panutan

  • Bung Hatta dikenal sebagai figur proklamator yang tetap hidup sederhana.
  • Ibu adalah figur yang paling berpengaruh dalam hidupku.
  • Banyak generasi muda mencari figur inspiratif di media sosial, padahal belum tentu semua konten yang mereka lihat itu jujur.
  • KPK butuh figur pemimpin yang berani dan bersih dari kepentingan politik.
  • Guru SD-ku dulu adalah figur yang membentuk cara aku berpikir sampai sekarang.

Dalam konteks bentuk tubuh atau postur

  • Dia rajin nge-gym supaya figur tubuhnya tetap proporsional.
  • Baju itu cocok banget buat figur tubuh yang ramping.
  • Model itu punya figur ideal untuk busana rancangan desainer lokal.

Dalam konteks seni rupa, patung, atau mainan koleksi

  • Pameran itu menampilkan figur-figur manusia dari perunggu karya seniman Yogyakarta.
  • Koleksi figur anime miliknya sudah lebih dari 200 buah, tersimpan rapi di lemari kaca.
  • Pematung itu menghabiskan tiga bulan hanya untuk menyelesaikan satu figur wayang dari kayu jati.

Perhatikan, ya — dalam konteks mainan koleksi seperti action figure, orang Indonesia memang sering menyebutnya “figure” karena mengikuti istilah aslinya sebagai nama produk atau genre hobi (mirip seperti kita menyebut “action figure Marvel”). Tapi kalau kamu sedang menulis dalam konteks formal berbahasa Indonesia, bentuk baku tetap “figur”, meskipun di lingkungan komunitas kolektor istilah “figure” sudah jadi semacam jargon yang lumrah dipakai secara informal.

Kapan Orang Sering Keliru Menulis “Figure”

Pengaruh bahasa Inggris di media sosial dan dunia kerja

Ini insight yang jarang dibahas: kesalahan “figure” biasanya bukan karena orang enggak tahu bahasa Indonesia, tapi karena otak mereka udah terbiasa scroll konten berbahasa Inggris tiap hari. Istilah kayak “public figure”, “action figure”, sampai “role model figure” muncul terus-menerus di Twitter/X, TikTok, sampai judul artikel clickbait. Akibatnya, ejaan bahasa Inggris itu “menempel” dan kepakai begitu saja saat menulis dalam bahasa Indonesia, tanpa disadari.

Fenomena ini makin sering aku temui di caption Instagram influencer, press release perusahaan startup, sampai skripsi mahasiswa jurusan komunikasi. Semua sama-sama kena “kontaminasi” ejaan Inggris tanpa sadar.

Contoh kalimat yang sering salah dan perbaikannya

Kalimat SalahKalimat Benar
Dia adalah figure penting di partai itu.Dia adalah figur penting di partai itu.
Aku suka koleksi figure superhero.Aku suka koleksi figur superhero. (kecuali dalam konteks jargon hobi informal)
Figure tubuhnya bagus banget buat model.Figur tubuhnya bagus banget buat model.
Dia jadi figure sentral dalam skandal itu.Dia jadi figur sentral dalam skandal itu.
Patung itu menggambarkan figure manusia purba.Patung itu menggambarkan figur manusia purba.

Bedanya dengan Kata Serapan Lain yang Mirip Kasusnya

Salah satu hal yang bikin bahasa Indonesia terasa “ribet” bagi banyak orang adalah karena enggak semua kata serapan dari bahasa Inggris mengalami perubahan ejaan yang sama. Ada yang berubah total, ada yang cuma sedikit, bahkan ada yang tetap sama persis. Nah, ini pola yang aku rangkum berdasarkan pengalaman menyunting ratusan naskah:

  • Kata berakhiran “-ure” → jadi “-ur” (figure → figur, structure → struktur)
  • Kata berakhiran “-tion” → jadi “-si” (action → aksi, information → informasi)
  • Kata berakhiran “-ty” → jadi “-tas” (activity → aktivitas, quality → kualitas)
  • Kata berakhiran “-or” → biasanya tetap “-or” (actor → aktor, doctor → dokter, tapi dokter berubah huruf)

Melihat pola-pola ini, kamu sebenarnya bisa membangun “insting bahasa” sendiri. Begitu ketemu kata asing baru yang mau kamu serap ke tulisan Indonesia, coba cek dulu pola akhirannya. Kalau ragu, jangan tebak-tebak — langsung cek di kamus bahasa baku biar enggak keliru dan tulisanmu makin dipercaya pembaca.

Tips Praktis Supaya Enggak Salah Lagi

Beberapa cara sederhana yang bisa kamu praktikkan mulai sekarang:

  1. Setiap kali nulis kata yang “kayaknya” bahasa Inggris, coba baca ulang dengan suara keras — kalau kedengaran aneh dengan ejaan Indonesia, cek dulu di kamus.
  2. Simpan daftar kata serapan yang sering kamu pakai (figur, struktur, kultur, aktivitas) di catatan HP, biar gampang dicek kapan saja.
  3. Kalau kamu content writer atau admin media sosial brand, buat glosarium internal supaya seluruh tim konsisten pakai ejaan baku.
  4. Manfaatkan fitur pencarian di browser untuk cek cepat, tapi tetap validasi ke sumber tepercaya seperti KBBI daring.

Kesalahan menulis “figur” jadi “figure” memang kelihatan sepele, tapi di dunia kerja — terutama buat kamu yang jadi jurnalis, content writer, admin sosmed brand, atau mahasiswa yang lagi nulis skripsi — detail kecil kayak gini bisa memengaruhi kredibilitas tulisanmu di mata pembaca yang teliti.

Kalau artikel ini membantu kamu memahami perbedaan figur dan figure, jangan lupa simpan halaman ini biar gampang dicek lagi lain waktu, dan share ke temanmu yang masih suka typo di caption Instagram-nya. Kamu juga bisa jelajahi lebih banyak pembahasan kata baku lainnya di kakakiky.id supaya tulisanmu makin rapi dan enak dibaca.

M. Rizki Riswandi

Seorang digital marketer dan juga blogger dengan pengalaman menulis lebih dari 11 tahun, menyukai dunia marketing dan teknologi.