Berapa Lama Saya Bisa Bertahan Jika Mengidap Kanker Mesothelioma?

Jangka waktu hidup jika mengidap kanker mesothelioma
Berapa lama bisa bertahan melawan kanker Mesothelioma?

KakaKiky – Sebagai organ pernapasan vital dalam tubuh manusia, paru-paru berperan sebagai pengatur sirkulasi udara serta pertukaran oksigen dan karbondioksida. Dengan menjaga kesehatan paru-paru, kita dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit pernapasan, seperti misalnya kanker mesothelioma. Secara singkat, kanker mesothelioma adalah jenis penyakit kanker yang menyerang selaput atau jaringan yang membungkus organ dalam di area dada.  Baca selengkapnya melalui tulisan ini untuk mengetahui berbagai informasi terkait kanker mesothelioma, yang mencakup faktor penyebab, perkiraan lama hidup pasien, dan cara-cara penanganannya.

Mengenal Kanker Mesothelioma

  • Pleural mesothelium: membungkus paru-paru dan rongga/dinding dada
  • Peritoneal (parietal) mesothelium: membungkus organ-organ di dalam perut dan rongga perut (abdominal)
  • Pericardial mesothelium: membungkus jantung
  • Tunica vaginalis: membungkus organ reproduksi (testis)

Penyebab Kanker Mesothelioma

Kanker Mesothelioma
Kanker Mesothelioma

Angka Harapan Hidup Penderita Kanker Mesothelioma

Angka Harapan Hidup Penderita Kanker Mesothelioma
Angka Harapan Hidup Penderita Kanker Mesothelioma

1. Jenis Kanker

2. Lokasi Kanker

3. Metastasis

4. Kondisi Kesehatan Pasien

5. Stadium Kanker

Prosedur Pemeriksaan

  • Rontgen dada: pemeriksaan ini dapat menunjukkan adanya kelainan pada paru-paru, seperti massa atau bintik-bintik.
  • CT Scan: dipakai untuk memeriksa pertumbuhan sel kanker yang tidak biasa di dalam rongga dada dan bukti-bukti adanya penumpukan cairan di dalamnya.
  • PET Scan: digunakan untuk memeriksa sejauh mana penyakit penyebaran sel kanker dan tanda-tanda metastasis (kondisi ketika sel kanker telah menyebar ke area organ yang lain).
  • Biopsi: penggunaan jarum atau sayatan kecil untuk mengambil sampel lapisan jaringan yang dibutuhkan dari dalam rongga dada atau perut. Sample tersebut kemudian dibawa dan diteliti dengan mikroskop untuk memeriksa apakah ada aktivitas sel yang tidak normal. Selain itu, dokter juga dapat meminta prosedur biopsi untuk dilengkapi dengan penggunaan video. 
  • Bronkoskopi: penggunaan alat bernama bronkoskop, yaitu pipa dengan lampu dan kamera pada ujungnya, untuk memeriksa struktur pernapasan serta mengambil sampel jaringan.
  • Sitologi: pengambilan sampel cairan yang menumpuk di rongga dada (efusi pleura) dan divisualisasikan memakai mikroskop untuk memeriksa apakah ada sel kanker atau tidak.

Kesimpulan

M. Rizki Riswandi

Seorang digital marketer dan juga blogger dengan pengalaman menulis lebih dari 11 tahun, menyukai dunia marketing dan teknologi.