Telapak Tangan Berkeringat Tidak Berkaitan dengan Gangguan Jantung

Apakah telapak tangan berkeringat tanda penyakit jantung
Apakah telapak tangan berkeringat tanda penyakit jantung?

KakaKiky – Pernahkah Anda merasa tidak nyaman karena telapak tangan berkeringat secara berlebihan? Kondisi ini memang seringkali membuat penderitanya merasa malu atau kurang percaya diri saat bersosialisasi dengan orang lain dan bahkan bisa mengganggu kegiatan harian. Dalam dunia medis, produksi keringat secara berlebihan di telapak tangan ini dikenal sebagai hiperhidrosis. Secara umum, hiperhidrosis memiliki dua jenis utama, yaitu hiperhidrosis fokal primer (sumber penyebabnya tidak diketahui secara pasti dan terjadi di beberapa bagian tubuh tertentu) dan hiperhidrosis sekunder (sumber penyebabnya bisa diketahui dan terjadi di seluruh tubuh). Ada mitos yang mengatakan bahwa kondisi ini berkaitan erat dengan kondisi lemah jantung. Hal ini karena telapak tangan sering berkeringat ini acap kali disertai dengan kondisi jantung yang berdebar-debar, sehingga banyak yang menganggap bahwa ini adalah tanda penyakit lemah jantung. Namun, apakah benar bahwa telapak tangan berkeringat tidak selalu berhubungan dengan gangguan jantung? Mari kita pelajari lebih lanjut mengenai mitos dan fakta seputar telapak tangan berkeringat secara berlebihan.

Fungsi Keringat Bagi Tubuh

Telapak Tangan Berkeringat Secara Berlebihan

Telapak Tangan Berkeringat Secara Berlebihan
Telapak Tangan Berkeringat Secara Berlebihan

Hiperhidrosis Palmar Berkaitan dengan Penyakit Jantung?

  • Rasa nyeri di dada
  • Sesak napas
  • Detak jantung tidak teratur
  • Berkeringat dingin dan mudah merasa lelah
  • Rasa mual dan muntah

Kapan Harus Menemui Dokter?

  • Pemeriksaan riwayat medis: dokter akan memeriksa rekam medis Anda dan bahkan riwayat kesehatan dari keluarga Anda. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mendeteksi adanya gangguan saraf atau mental pada penderita.
  • Tes darah dan urin: tes ini bertujuan untuk mencari tahu adanya infeksi atau kondisi lain, seperti hipotiroid dan gula darah rendah.
  • Tes cairan keringat: jika dokter perlu mengetahui lokasi pasti dari sumber masalah, berbagai tes keringat akan dilakukan, misalnya tes termoregulasi, skin conductance, dan tes iodine.
  • Antiperspiran: produk antiperspiran yang memiliki kandungan aluminium klorida bisa membantu menahan tubuh untuk memproduksi keringat.
  • Terapi iontophoresis: terapi ini melibatkan penggunaan arus listrik lemah ke dalam wadah berisi air di mana tangan Anda akan dicelupkan ke dalamnya untuk mengurangi produksi keringat.
  • Operasi simpatektomi: untuk kasus yang parah, operasi simpatektomi dapat menjadi pilihan. Prosedur minimal invasif ini dilakukan melalui sayatan kecil (operasi lubang kunci/keyhole) untuk memutus saraf yang merangsang produksi cairan dari kelenjar keringat.
  • Terapi microwave: terapi ini memanfaatkan gelombang energi tinggi yang diarahkan pada kelenjar keringat sehingga dapat menghancurkannya secara efektif.
  • Suntik botox: dokter akan menyuntikkan botulinustoxin ke dalam kelenjar keringat untuk menyumbat saraf yang merangsang produksi keringat pada kelenjar keringat. 

Kesimpulan

M. Rizki Riswandi

Seorang digital marketer dan juga blogger dengan pengalaman menulis lebih dari 11 tahun, menyukai dunia marketing dan teknologi.