Pengujian Lingkungan Bukan Formalitas: Ini Risiko Jika Diabaikan

Risiko jika mengabaikan pengujian lingkungan
Risiko jika mengabaikan pengujian lingkungan

KakaKiky – Pengujian lingkungan sering kali dianggap sebagai formalitas belaka. Banyak perusahaan baru melirik pengujian lingkungan hanya ketika ada inspeksi atau audit dari pemerintah. Padahal, jika kita gali lebih dalam, pengujian lingkungan memiliki peran besar dalam keberlangsungan bisnis dan kesehatan masyarakat. Jadi, kalau selama ini kamu masih menganggapnya sebagai kewajiban administratif semata, yuk kita ubah mindset itu!

Kenapa Pengujian Lingkungan Itu Penting?

Risiko Jika Mengabaikan Pengujian Lingkungan

Risiko jika mengabaikan pengujian lingkungan
Risiko jika mengabaikan pengujian lingkungan

1. Sanksi Hukum

2. Kerusakan Lingkungan

3. Gangguan Kesehatan Masyarakat

4. Kehilangan Kepercayaan Publik

Jenis-Jenis Pengujian Lingkungan yang Umum Dilakukan

  • Pengujian kualitas air: untuk memeriksa kandungan bahan kimia, logam berat, bakteri, dan parameter lainnya dalam air limbah atau air bersih.
  • Pengujian udara ambien dan emisi: untuk mengukur partikel debu, gas beracun, dan zat berbahaya lain yang dikeluarkan ke udara.
  • Pengujian tanah: berguna untuk mengetahui ada tidaknya kontaminan pada tanah sekitar kawasan industri.
  • Pengujian kebisingan dan getaran: penting untuk industri yang menggunakan mesin berat agar tidak melebihi ambang batas kenyamanan dan keselamatan.
  • Pengujian karakteristik limbah B3: untuk memastikan limbah berbahaya dikelola dan dibuang dengan cara yang aman.

Jangan Asal Pilih, Ini Pentingnya Laboratorium Terakreditasi

Kenapa Harus AAS Laboratory?

Keunggulan AAS Laboratory
Keunggulan AAS Laboratory
  • Terakreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional)
  • Memiliki izin sebagai Laboratorium Lingkungan Hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
  • Tersertifikasi sebagai Penyedia Pelayanan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan
  1. Lingkungan: air, udara, emisi, tanah, kebisingan, limbah B3
  2. Industrial Hygiene: faktor fisik, kimia, biologis, ergonomis, dan psikologis
  3. Pupuk & Pestisida
  4. Kalibrasi
  5. Radioaktif

Kesimpulan

M. Rizki Riswandi

Seorang digital marketer dan juga blogger dengan pengalaman menulis lebih dari 11 tahun, menyukai dunia marketing dan teknologi.