Apa Saja Penyebab Kanker Pankreas? Fakta yang Perlu Anda Tahu

Apa Saja Penyebab Kanker Pankreas? Fakta yang Perlu Anda Tahu
Penyebab kanker pankreas

KakaKiky – Pernahkah Anda mendengar istilah penyakit kanker pankreas? Jika belum, ada baiknya Anda memahami penyakit yang satu ini, mulai dari gejala sampai ke cara penanganannya. Sebelum lebih jauh, kita perlu tahu lebih dulu tentang fungsi organ pankreas bagi tubuh. Pankreas adalah kelenjar dengan panjang sekitar 12–18cm yang terletak di dekat hati dan merupakan bagian dari usus kecil di dalam perut. Bentuknya mirip dengan buah pir, tetapi pipih dan dikelilingi oleh lambung, usus kecil, hati, limpa dan kantong empedu.

Apa itu Kanker Pankreas?

Apa itu Kanker Pankreas
Kanker Pankreas

Kanker pankreas eksokrin

  • Adenokarsinoma: disebut juga sebagai karsinoma duktal, adenokarsinoma adalah jenis kanker pankreas yang muncul pada lapisan dalam saluran pankreas atau dari sel-sel yang memproduksi enzim.
  • Karsinoma Sel Skuamosa: jenis yang sangat langka ini terbentuk di saluran pankreas dan berasal murni dari sel-sel skuamosa di pankreas yang biasanya tidak terlihat. Belum ada laporan kasus yang cukup tentang penyakit ini untuk bisa dipahami asal penyebabnya. Prognosis kanker pankreas jenis ini sangat buruk karena sebagian besar kasus baru ditemukan setelah sel kanker sudah bermetastasis.
  • Karsinoma Adenoskuamosa: dengan jumlah 1-4% kasus kanker pankreas eksokrin, adenoskuamosa karsinoma  juga termasuk kanker yang langka. Dibandingkan dengan adenokarsinoma, ini adalah tumor yang lebih agresif dengan prognosis yang lebih buruk. Tumor ini memiliki karakteristik yang mirip dengan adenokarsinoma duktal maupun karsinoma sel skuamosa.
  • Karsinoma Koloid: juga merupakan jenis kanker yang langka dengan angka kasus 1-3% dari seluruh kanker pankreas eksokrin. Tumor ini cenderung berkembang dari jenis kista jinak yang disebut intraductal papillary mucinous neoplasm (IPMN). Tumor ini memiliki prognosis yang jauh lebih baik karena terdiri dari sel-sel ganas yang mengambang dalam zat gelatinosa yang disebut mucin, sehingga tidak berpotensi untuk bermetastasis (menyebar) dan lebih mudah diobati daripada subtipe kanker pankreas lainnya.

Kanker pankreas neuroendokrin

Penyebab Munculnya Kanker Pankreas

  • Usia: risiko seseorang terkena kanker pankreas meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Merokok: kebiasaan merokok adalah salah satu faktor risiko terbesar pemicu kanker pankreas. Zat-zat kimia berbahaya dalam rokok dapat merusak sel-sel pankreas dan memicu pertumbuhan sel kanker.
  • Diabetes: penderita diabetes, terutama diabetes tipe 2, lebih berisiko terkena kanker pankreas.
  • Obesitas: kondisi kelebihan berat badan juga dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker pankreas.
  • Riwayat keluarga: jika ada anggota keluarga yang pernah menderita kanker pankreas, risiko Anda untuk terkena penyakit ini juga meningkat.
  • Pankreatitis kronis: peradangan pankreas yang berlangsung dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko kanker pankreas.

Gejala Kanker Pankreas

  • Nyeri perut, terutama di bagian atas perut dan menjalar ke punggung.
  • Berat badan yang turun secara drastis tanpa sebab atau diet yang disengaja.
  • Mual dan muntah karena pertumbuhan tumor telah menghalangi saluran empedu.
  • Penyakit kuning (warna kulit dan mata menguning) dan gatal-gatal yang terjadi akibat penumpukan bilirubin dalam darah.
  • Tinja berwarna pucat karena gangguan pada produksi empedu.
  • Diabetes, karena tumor pada pankreas dapat mengganggu produksi insulin.

Apakah Kanker Pankreas Bisa Dicegah?

Apakah Kanker Pankreas Bisa Dicegah
Cara mencegah penyebab kanker pankreas
  • Berhenti merokok: karena merokok adalah faktor risiko terbesar, jadi berhenti merokok adalah langkah pencegahan yang paling efektif.
  • Menjaga berat badan ideal: jalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga secara teratur.
  • Mengontrol kadar gula darah: jika Anda menderita diabetes, pastikan kadar gula darah Anda selalu terkontrol.
  • Konsumsi buah dan sayur: kandungan antioksidan yang terdapat dalam buah dan sayur dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.

Kesimpulan

M. Rizki Riswandi

Seorang digital marketer dan juga blogger dengan pengalaman menulis lebih dari 11 tahun, menyukai dunia marketing dan teknologi.